Mengintip Festival Malang Tempoe Dulu, Natsu Matsurinya Indonesia

Anda tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk merasakan atmosfir natsu matsuri atau festival musim panas. Di Malang, Jawa Timur, ada festival Malang Tempoe dulu Malang Kembali yang hampir serupa dengan natsu matsurinya negeri matahari terbit tersebut. Justru nilai lebihnya di festival tahunan ini kita akan lebih mengenal budaya kita beserta nilai historisnya. Persamaan natsu matsuri dan festival malang kembali ini yaitu sama-sama diperingati pada musim panas (walaupun di Indonesia adanya musim kemarau) dan setiap pengunjungnya lebih afdol mengenakan baju tradisional. Di jepang ada kimono dan yugata, di Malang ada Blangkon dan Kebaya. Serupa dengan natsu matsuri,jajanan tradisional dijajakan oleh lapak-lapak disepanjang jalan. Tak kalah dengan Jepang yang menyajikan kue Manju, Mochi, Dango, Dereyaki, atau Okonomiyaki, Malang Kembali memanjakan lidah anda dengan Onde-onde, Lupis, Gulali, Es gantung, Sego Krawu, Sego Empok, dan aneka makanan tradisional lainnya.

Festival Tempo Doeloe MALANG KEMBALI diperingati setiap tahun sebagai salah satu acara perayaan HUT kota malang. Festival dilaksanakan selama 4 hari berlokasi di Jalan Ijen Kota Malang. Pada Mei 2010 ini Festival malang kembali digelar ke lima kalinya. Beberapa acara seperti jalan sehat, Malang Flower Festival, dan berbagai acara lainnya telah ikut menyemarakan perayaan usia ke-96 Kota Malang.

Kali ini, Malang Kembali membawa tajuk ‘Rekonstruksi Budaya Panji’. Akhir -akhir ini budaya Panji memang menjadi salah satu topik hangat dalam berbagai acara, terutama setelah maraknya berbagai kekayaan budaya dan kesenian kita yang ‘diklaim’ oleh pihak-pihak tertentu. Budaya Panji berakar pada cerita Panji yang mengisahkan kehidupan tokoh Raden Panji (Panji Asmorobangun) dari Kerajaan Jenggala dan Putri Candrakirana (Dewi Sekartaji) dari Kerajaan Daha atau Kediri. Cerita ini dianggap sebagai karya cipta yang merupakan simbol kemunculan sastra lisan dari Jawa Timur sebagai wilayah kerajaan besar yang menyatukan Nusantara (Majapahit?).

Secara historis, Budaya Panji muncul dalam sastra kuno Jawa Timur pada abad ke-8 s/d ke-15 kemudian menyebar ke seluruh Jawa, Bali, berbagai daerah Sumatra; dan diimpor oleh negara-negara di Asia Tenggara. Budaya Panji berkembang melalui berbagai media: ilmu pertanian dan tekniknya, arsitektur, filsafat dan kebanyakan dalam bentuk seni seperti tari, teater, wayang gedhog, wayang beber, dan motif-motif batik. Rupanya Festival Tempo Doeloe kali ini bermaksud untuk menyegarkan kembali semangat Panji dalam diri kita, agar generasi berikutnya pun tahu dan paham akan budaya Panji, lebih-lebih sebelum Budaya Panji juga ikut ‘diklaim’ oleh entah siapa lagi.

Siapa pun Anda, apakah anda warga Kota dan Kabupaten Malang, orang asli Malang yang berdomisili di luar Malang, penduduk di sekitar Malang, warga Jawa Timur, wisatawan yang sedang berencana ke Malang, atau siapapun yang sedang mencari acara menarik di bulan Mei, inilah saatnya Anda memilih Malang sebagai tujuan wisata Anda. Dijamin tak bakal rugi atau pun menyesal (kecuali Anda ke Malang, tapi malah gak mampir ke Festival Tempo Doeloe)

Jadwal Acara Malang Tempoe Dulu Malang Kembali Festival
Pelaksanaan : Tgl 20 s/d 23 Mei 2010 08 – 24.00 WIB
Pembukaan acara : Tgl 20 Mei 2010 pukul 18.30 WIB
Lokasi Event : Jalan Besar Ijen (sepanjang 1,5 Km)
Tema : Rekonstruksi Budaya Panji
Jumlah Stand : 420 stand
Jumlah & Komposisi Stand :
- Makanan Tradisional 126 stand (30%)
- Jajanan & minuman Tradisional 120 stand (25%)
- Kerajinan 63 stand (15%)
- Batik 42 stand (10%)
- Mainan anak-anak 21 stand (5 %)
- Barang Antik 42 stand (10%)
- Jasa tradisi 21 stand ( 5%)

Pra Event : Malang Topeng Festival

Sekedar saran, bagi anda yang berasal dari luar kota dan belum pernah menghadiri acara ini akan lebih baik kalau Anda menyiapkan ‘kostum’ yang matching untuk acara ini, bisa berupa baju batik, kebaya, atau apapun yang berkesan tempo doeloe dan jadul. Sudah umum bahwa dalam event spesial ini pengunjungnya menggunakan kostum/dress code tertentu, walaupun bukan keharusan. welcome to My Beloved City, Bhumi AREMA

Courtesy By Ikikatta.blogspot.com, Foto By Maulana, Soner K770i, Night Mode, Foto dikecilkan 4 kali dari ukuran aslinya.

1. Tomodachi no Shashin













Share on Google Plus

About Hyosoka Kuroudo

Seorang freelance designer dengan passion blogging dan memberitakan sesuatu yang unik dan edukatif. web: www.pernahwaras.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar:

  1. itu gambar paling bawah pasti TS nya yach...

    wkwkwkwkwkwkwk..

    BalasHapus
  2. photo suasana budaya gak di photo sang photo , wong konjo neh ma wong pacaran tok pak WKWKWKWWKWKWK

    BalasHapus
  3. @deen ahahhahahahah..salah
    @yusuf..kamu seh gak ikut jadi gak ada fotonya

    BalasHapus
  4. kami mengundang semua penggemar photografi untuk turut serta dalam acara HUNTING PHOTO di IJEN CARNIVAL 2012 hari Sabtu 16 Juni 2012
    pendaftaran hanya 25rb dapet kaos
    informasi pendaftaran 0818530900 (budi)

    BalasHapus